Jejak Kaki Dinosaurus di Semenanjung Arab.

Untuk pertama kalinya, jejak kaki dinosaurus ditemukan di Semenanjung Arab. Fosil jejak kaki yang ditemukan di bekas lumpur purba dekat kawasan pantai Yaman diperkirakan dibuat gerombolan hewan jenis sauropoda yang hidup sekitar 150 juta tahun lalu.

jejak kaki ornithopoda yang tercetak di bekas lumpur purba di Yaman. Bandingkan dengan ukuran kaki orang di ujung kiri atas foto.

“Di dekatnya juga ditemukan jejak seekor ornithopoda–jenis pemakan tumbuh-tumbuhan yang berukuran tubuh besar, berbentuk seperti burung, berjari tiga yang berjalan dengan tumitnya, kadang-kadang disebut sapi zaman Mesozoik,” ujar Anne Schulp, peneliti dari Museum Sejarah Nasional Maastricht di Belanda.

Fosil tersebut ditemukan pertama kali oleh seorang wartawan lokal tahun 2003 di dekat Desa Madar, sekitar 48 kilometer utara Sana’a. jejak kaki yang besar memang sekilas tersamar di antara sampah yang berserakan. Tanpa pengalaman mengenali ciri-ciri jejak dinosaurus, sulit mengenali fosil tersebut.

Setelah diamati seksama, di kawasan tersebut terdapat jejak yang berasal dari sekitar 11 ekor sauropoda kecil maupun besar yang berjalan beriringan dengan kecepatan sekitar 2,88 kilometer perjam. Sementara itu jejak kaki ornithopod tedapat 15 buah masing-masing berukuran panjang dan lebar 55 centimeter. Dari jejak seekor ornothopoda itu dapat diperkirakan kecepatan berjalannya antara 3 hingga 4 kilometer perjam.

Penemuan ini memberikan informasi penting untuk melacak sejarah dinosaurus di kawasan tersebut. Sebab, di kawasan tersebut jarang ditemukan fosil dinosaurus. Hanya fosil tulang di Kesultanan Oman dan pecahan tulang sauropoda di Yaman sejauh ini. Tidak ada jejak yang ditemukan di area ini sebelumnya.

“Sangat jarang melihat rombongan dinosaurus begitu banyak. Ini perilaku sosial yang menarik dunia reptil purba,” ujar Schlup. Ia sangat kagum karena induk dan anak-anak sauropoda bisa berjalan dengan kecepatan sama. Hal tersebut menunjukkan bahwa sauropoda muda melankah lebih sering atau yang dewasa menyesuaikan dengan langkah anak-anaknya.

Dari jejak tersebut, juga terungkap fakta bahwa sauropoda tak membiarkan ekornya terseret di tanah saat berjalan. Ekor panjangnya mungkin terangkat ke atas untuk menyeimbangkan lehernya yang panjang saat berayun.

Sauropoda dan ornithopoda hidup di zaman berbeda. Namun, Schulp yakin, sauropoda tak hidup sendirian saat itu. “Saya yakin beberapa dinosaurus pemakan daging berada di sekitarnya, termasuk hewan-hewan lebih kecil selain dinosaurus,” ujarnya. (kompas)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: